No icon

Real

Menawarkan Vendri Mofu Sebagai Gelandang Timnas Indonesia

Bila mengkaji kedalaman sumber daya manusia untuk Tim Nasional (Timnas) Indonesia, ada beberapa posisi yang memiliki sumber daya yang bisa dikatakan sulit untuk menemukan talentanya. Mungkin untuk posisi seperti, penyerang atau bek tengah relatif sulit untuk menemukan sumber daya manusianya, tidak seperti pemain sayap mungkin. Namun, inti dari tulisan ini tidak akan membahas dua posisi tersebut, melainkan mencoba membahas satu posisi yang sebenarnya juga bisa dikatakan banyak juga tidak, sedikit juga tidak. Yaitu, posisi gelandang serang.

Posisi gelandang serang Timnas Indonesia pada AFF 2016 lalu ditempati oleh Stefano Lillipaly. Mungkin menyebut nama seperti Evan Dimas juga bisa bermain di sana. Tapi penulis kali ini mencoba mengajukan satu nama yang mungkin bisa dipertimbangkan untuk menjadi opsi mengisi posisi tersebut. Ia adalah, Muhammad Vendri Ronaldo Mofu.

Untuk ukuran seorang pemain, usia Mofu tengah matang-matangnya, ia tak cukup muda untuk disebut pemain muda dan juga belum amat tua untuk dikategorikan sebagai veteran. Usianya saat ini adalah 27 tahun, usia yang relatif matang untuk seorang pesepakbola.

Dasar penulis mengajukan nama Mofu, karena penampilan konsistennya sepanjang turnamen pra-musim, Piala Presiden 2017 dan hingga pekan ke-tiga Go-Jek Traveloka Liga 1. Meski, Mofu dan timnya, Semen Padang baru saja terhenti di babak semifinal, namun hal tersebut tak lantas membuat ia tak layak. Bahkan di pekan-pekan awal Go-Jek Traveloka Liga-1, Posisi Mofu semakin vital dan tidak tergantikan di skuad asuhan Nil Maizar. Mencetak 2 Gol dan memberikan 1 Assist kepada rekannya di awal musim ini, menjadikan Mofu sebagai pemain terproduktif hingga pekan ke-3.

Luis Milla mungkin perlu meninjau ulang penampilan pemain kelahiran Wamena ini untuk dimasukkan sebagai salah satu opsi gelandang serang Timnas. Memakai seragam Tim Nasional Indonesia sendiri bukanlah sebuah hal yang baru bagi Vendri Mofu, di periode 2012-2013, Mofu menjadi salah satu gelandang yang bermain regular bagi Tim Nasional Indonesia dibawah asuhan Nil Maizar. Pada periode tersebut, Mofu mencatatkan 11 Penampilan dengan mencetak 2 Gol.


Mofu ketika bermain bagi Tim Nasional Indonesia /Foto:Sidomi.com 

Lalu apa yang bisa ditawarkan Mofu bila ia bergabung (kembali) dengan Timnas?

Cocok dengan skema 4-4-2 dan 4-2-3-1

Berbicara soal klubnya Mofu, Semen Padang, sejak 2010, pakem 4-4-2 selalu lekat dengan tim ini. Dalam formasi tersebut, Mofu biasanya ditempatkan sebagai satu dari dua gelandang tengah. Peran Mofu adalah sebagai seorang box to box midfielder. Pada peran tersebut mengharuskan Mofu mampu menjembatani lini tengah dengan lini depan Kabau Sirah.

Pada pakem ini, Mofu akan bermain sedikit lebih ke depan daripada pemain tengah satu lagi –di klubnya, kawan duet Mofu adalah Ko Jae Sung. Selama Piala Presiden, dalam formasi ini, Mofu juga ditugaskan untuk memenangkan bola, tak heran Mofu juga harus terlibat dalam duel-duel. Menurut catatan Lentera Sport Management, Mofu tercatat melakukan rata-rata 2,5 tekel per pertandingan.

Bagaimana saat Semen Padang bermain dengan 4-2-3-1?

Dalam formasi tersebut, Mofu akan bermain sebagai gelandang serang. Mungkin di dalam skema inilah posisi yang cocok bagi Mofu jika ia dipanggil Luis Milla. Pada formasi ini, Mofu akan didukung oleh dua gelandang bertipe deep lying playmaker dan seorang ball winner. Di Semen Padang, kondisi ini terjadi saat Rudi dan Ko Jae Sung dimainkan sebagai pivot dan Mofu akan lebih leluasa bermain menyerang. Tanggung jawab bertahan mantan pemain Persiwa ini tak akan lebih besar daripada peran yang ia mainkan dengan formasi empat gelandang.

Dalam skema ini, bisa saja Mofu bermain bersama Evan Dimas dan Bayu Pradana di Timnas. Dan bisa saja, Evan akan lebih leluasa sebagai komando permainan, karena yang membuat Evan tak begitu bersinar di AFF lalu ditenggarai, karena peran ini juga dimainkan oleh Lilipally. Dan terang saja, Mofu dan Lilipally merupakan dua tipe gelandang yang berbeda.

Kelebihan Mofu

Berbicara soal kelebihan Mofu, yang paling mencolok dari penampilan di Piala Presiden adalah kemampuannya bermain umpan satu dua. Gaya bermain umpan satu dua adalah senjata utama Semen Padang untuk membongkar pertahanan lawan bila telah masuk ke sepertiga akhir daerah pertahanan lawan.

Dua dari lima gol Mofu di Piala Presiden tercipta lewat skema umpan satu dua. Yang pertama, saat Semen Padang melawan Madura United. Mofu melakukan kerja sama satu dua dengan Marcel dan Syamsul Bahri sebelum menciptakan gol. Di mana, Mofu berperan sebagai inisiasi serangan dan diakhiri pula di kakinya, setelah mampu bergerak mengelabui bek-bek Madura United saat itu. Begitu juga saat melawan Arema FC di leg kedua. Permainan bola pendek satu dua antara Mofu dan Marcel, dapat diakhiri mantan Sriwijaya ini lewat gol, setelah sukses melewati Kurnia Meiga.

Selain itu, Mofu juga merupakan pemain yang bagus dalam penempatan posisi. Untuk ukuran seorang gelandang, cara Mofu menempatkan dirinya di kotak penalti merupakan suatu kelebihan. Pemain ini mampu bergerak mencari celah kosong untuk menciptakan peluang, bahkan gol. Gol saat melawan PSCS Cilacap dan Bhayangkara FC menjadi bukti kecerdasan sadar ruang Mofu. Pada dua gol tersebut, Mofu mampu hadir secara tak terduga di depan mulut gawang lawan, sehingga dengan mudah ia menciptakan gol.

Tentu saja kelebihan ini menjadi modal baginya untuk menarik hati Luis Milla. Terlebih bila Milla ingin bermain bola pendek cepat, Mofu mungkin salah satu opsi yang perlu ia pertimbangkan untuk menjalankan skema tersebut.

Kekurangan Mofu

Tak ada gading yang tak retak. Setelah puas memuji cara bermain Mofu sepanjang tulisan ini. Berikutnya membahas kelemahan Mofu tentu perlu, agar tulisan ini menjadi seimbang. Kelemahan Mofu yang masih terlihat adalah soal pengambilan keputusan.

Mofu bukanlah seorang playmaker, visi bermainnya tentu tak sevisioner Evan Dimas atau Stefano Lilipally. Hal ini, yang masih menjadi hal yang perlu diperhatikan Mofu bila ia ingin bersaing sebagai salah satu gelandang Timnas.

Mofu kerap suka salah dalam mengambil keputusan, terutama dalam memutuskan apakah bola masih bisa diumpan atau langsung ditembak. Pertandingan melawan Arema di leg kedua sebagai refleksinya. Ada dua momen, yaitu di awal babak kedua dan pertengahan babak kedua di mana Mofu memutuskan untuk langsung menembak peluang, ketimbang mengirim umpan ke rekannya yang lebih bebas. Keputusan tersebut mungkin tak bisa disalahkan sepenuhnya, namun andai Mofu saat itu lebih cermat dalam melihat posisi rekannya, mungkin cerita malam itu akan lain.

Memang keputusan dalam menentukan skuat Timnas adalah hak tim pelatih, yang tentu memiliki analisa dan pertimbangan yang jauh lebih baik dari penulis. Akan tetapi, dengan tulisan ini hendaknya dapat menjadi salah satu argumen yang layak menjadi pertimbangan bagi tim pelatih. Karena Tim Nas merupakan tempat berkumpulnya putra-putra terbaik Bangsa, bukan putra-putra terbaik Bapak, Bukan Begitu?

 

Kontributor: Aulia Ade Putra
Editor: A. S. Iskandar

Comment

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: