No icon

Serba-serbi sepakbola Indonesia

Klenik di Sepakbola Modern, Benarkah?

OLEH: ARIF DIMAS

 

Bagi sebagian besar rakyat Indonesia, klenik sudah tidak asing lagi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, klenik berarti kegiatan perdukunan (pengobatan dan sebagainya) dengan cara-cara yang sangat rahasia dan tidak masuk akal, tetapi dipercayai oleh banyak orang.

Praktek klenik memang susah sekali dilihat, tapi diyakini hampir ada di setiap aspek kehidupan masyarakat. Sepak bola juga tidak lepas dari praktek klenik.

Tidak semua orang bisa melakukan praktek klenik. Hanya beberapa orang yang memiliki kemampuan khusus yang bisa melakukannya. Cakupannya pun mulai dari sepak bola level tarkam hingga sepak bola profesional. Yang melakukannya bisa dari pihak suporter atau bahkan dari manajemen tim sendiri. Niatnya sangat jelas. Supaya timnya bisa meraih kemenangan atau membuat tim lawan kalah dengan mudah.

Yang cukup sering ditemui adalah dengan mengencingi gawang tim lawan. Cara tersebut diyakini bisa membuat gawang lawan mudah dibobol. Namun jika mau dinalar, mengencingi gawang lawan sebenarnya lebih untuk membuat kiper lawan tidak nyaman. Bau pesing dari air kencing pastinya akan membuat konsentrasi kiper lawan menurun.

Contoh lain praktek klenik sederhana seperti dengan menaruh telur di gawang sendiri supaya gawang susah dibobol. Atau mengelilingi lapangan tujuh kali sebelum pertandingan dengan harapan timnya bisa menang. Berbeda dengan kencing, yang ini tidak ada penjelasan logisnya. Murni kepercayaan.

Ada pula praktik klenik yang lebih ekstrim. Kali ini terjadi di salah satu klub kasta tertinggi di Indonesia, Persegres Gresik United. Saat itu musim kompetisi 2012/2013. Suatu malam, pemain asing Persegres, Aldo Barreto, bermimpi jika dia melihat ada "sesuatu" di gawang bagian selatan stadion Petrokimia Gresik. Paginya, dia menceritakan hal tersebut kemanajemen. Dengan bantuan "orang pintar", manajemen berusaha mencari tahu "sesuatu" tersebut.

Benar saja, ditemukan cincin akik dan besi kuning yang terbungkus dalam daun sirih dan kertas di gawang selatan. Entah dari mana datangnya benda tersebut. Benda tersebut diyakini yang membuat Persegres GU tidak bisa membobol gawang selatan. Setelah benda tersebut ditarik, Persegres GU akhirnya bisa mencetak gol di gawang selatan. Kebetulan? Saya serahkan sepenuhnya pada keyakinan anda.

Besi kuning dan cincin akik yang ditemukan di gawang selatan Stadion Petrokimia Gresik
(Foto: dokumentasi Persegres FC)


Lalu ada lagi kisah dari stadion Brawijaya, Kediri. Menurut desas desus yang beredar, konon katanya terdapat sosok penunggu stadion Brawijaya. Sosok tersebut diyakini sangat menyukai warna kuning. Tim dengan kostum warna kuning di stadion Kediri diyakini akan menjadi pemenang.

Final Piala Gubernur Jatim 2015, stadion Brawijaya menjadi venue pertandingan yang mempertemukan Persik Kediri dan Persegres Gresik United. Pada umumnya laga final, kedua tim umumnya memakai kostum kandang mereka masing masing. Dalam hal ini Persik ungu dan Persegres GU kuning. Saat technical meeting, pihak Persik justru meminta untuk memakai kostum away yang berwarna kuning. Akhirnya Persegres GU juga harus memakai kostum away berwarna hitam. Hasil akhirnya, Persik keluar sebagai juara setelah menumbangkan Persegres GU dengan skor 2-1. Beberapa orang meyakini bahwa kemenangan Persik adalah tuah dari kostum berwarna kuning.

Sepak bola Indonesia memang tidak semegah sepak bola di Eropa sana. Namun, itu bukan jadi alasan yang membuat sepak bola Indonesia tidak menarik. Klenik akan selalu menjadi salah satu gimmick yang membuat sepak bola Indonesia menarik untuk diikuti. Jadi, hari ini anda akan mengencingi gawang siapa? [xxxx]

Comment

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: