No icon

Sisi Lain Prestasi Klub Sepak Bola

Kenapa Terjadi Pasang Surut Prestasi Klub Sepakbola?

Pasang surut prestasi didalam sepakbola sudah menjadi hal yang wajar dan pernah dialami oleh setiap klub sepakbola profesional. Klub sepakbola yang dihuni materi pemain yang bagus, dilatih pelatih top dengan segudang pengalaman, disokong dana yang tak terbatas, dan memiliki basis supporter yang loyal tidak dapat menjamin sebuah Klub terhindar dari pasang surut prestasi. Berkaca pada klub Eropa, ilustrasi diatas dialami oleh Manchester United (Diluar era kepelatihan Mou, yang memperoleh treble-mini musim ini) yang terkenda dampak pasang surut prestasi dalam kurun waktu yang cukup panjang selepas Ferguson tidak lagi melatih klub Manchester tersebut.

Bagi sebagian kalangan, penurunan performa klub selalu dikaitkan dengan strategi permainan yang tidak efektif, philosophy pelatih yang tidak sesuai dengan karakter dan materi pemain, atau menyalahkan komposisi tim yang tidak ideal untuk mengarungi sebuah kompetisi yang panjang dan bersaing dengan klub-klub lainnya. Pemahaman tersebut sejatinya tidak selalu salah, akan tetapi untuk menemukan permasalahan sebenarnya tidak cukup hanya itu. Kalaupun dengan perubahan faktor tersebut berhasil dilakukan, pastinya membutuhkan biaya yang besar.

Kembali mengamati fenomena yang dialami Manchester United, berbagai cara sudah mereka lakukan untuk kembali membuat fondasi klub yang kuat, setidaknya untuk kasta kedua Liga Eropa di musim ini. Pergantian pelatih mulai dari David Moyes hingga Luis Van Gaal, Perubahan strategi ball possession hingga compact deffend dan counter attack, hingga bongkar pasan pemain dari Memphis Depay hingga Paul Pogba sudah dilakukan. Dan untuk menemukan fondasi ini, mereka harus merogoh kocek yang tidak sedikit, bahkan hingga harus membuat mega transfer yang memecahkan rekor transfer dunia. Walaupun sebenarnya, uang hanyalah sebatas angka yang tidak terlalu mempengaruhi klub sebesar Manchester United.

Pertanyaan yang sedikit menggelitik bagi penikmat sepakbola adalah, bagaimana langkah ideal yang seharusnya dilakukan oleh sebuah klub untuk menghindari atau minimal dapat mengurangi resiko terjadinya pasang surut prestasi sebuah klub sepakbola? Ada beberapa pendekatan yang bisa di lakukan untuk mencari akar permasalahan tersebut.

Faktor Cidera Pemain
Faktor cidera menjadi faktor yang tidak dapat dielakkan oleh setiap pemain yang bermain di sebuah klub. Faktor cidera akan semakin meningkat jika metode pelatihan tidak sesuai dengan kondisi fisik sang pemain. Over training dan over game dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya cidera. Belum lagi faktor eksternal seperti cidera yang didapatkan ketika didalam pertandingan yang disebabkan aksi tackle atau pelanggaran tim lawan. Fernando Torres, Striker tajam milik Atletico Madrid dapat menjadi acuan dalam permasalahan ini. Begitu tajam bersama Atletico dan pindah ke Liverpool, Torres berhasil melejit dengan menjadi pemain terbaik ke-3 Dunia dibawah Ronaldo dan Messi. Akan tetapi, Cidera menjadi permasalahan yang menghancurkan karir nya seketika. Torres mengalami penurunan performa secara terus menerus hingga saat ini. Banyaknya pemain yang mengalami cidera didalam sebuah klub, praktis akan membuat klub tersebut pincang dan tidak dapat bermain dengan formasi terbaik.

Faktor Ego Pemain
Menjadi pelatih sebuah klub profesional tidaklah mudah, apalagi jika klub yang dilatih adalah klub yang bertabur bintang dan berlabel timnas. Mou dan Benitez hapal betul dengan permasalahan ini ketika melatih Real Madrid. Jika pelatih tidak dapat menguasai ego dan mengendalikan pemainnya, maka akan menimbulkan konflik internal didalam sebuah klub yang berakibat hilangnya kolektifitas bermain. Faktor Ego juga mempengaruhi gagal terbentuknya kolektivitas dan gagal menumbuhkan chemistry didalam tim.

Faktor Kepribadian Pemain
Faktor kepribadian pemain berbeda dengan faktor ego yang dijabarkan diatas. Faktor kepribadian lebih kepada pengendalian diri yang tidak dapat menerima akan kekurangan yang dimiliki pemian. Banyak pemain yang terlalu terkesima akan sanjungan pendukung dan media sehingga terlupa akan kekurangan yang mereka miliki untuk terus diperbaiki. Faktor Kepribadian juga dapat dikaitkan dengan mental pemain. Faktor mental banyak ditemui pada pemain muda. Bagaimana mereka dapat mengelola mental ketika berada didalam tekanan dan berusaha mencari jalan baru untuk keluar dari tekanan tersebut.

Faktor Disiplin Pemain
Faktor disiplin menjadi hal utama yang harus dimiliki oleh setiap pemain. Jika pemain sepakbola profesional melewatkan faktor ini, dapat dikatakan karir mereka akan tamat. Untuk menjadi top player, pemain harus tau penyebab utama yang dapat merusak karir mereka. Secara umum, kehidupan glamour pemain sepakbola sangat dekat dengan pesta (party), minuman alcohol, Rokok, Kehidupan Malam, Seks Bebas, Kurang Istirahat, Kurang Latihan dan beberapa sikap indisiplliner lainnya. Hal ini semakin berbahaya dengan adanya sosial media. Pemain yang tidak dapat mengontrol diri mereka, dapat mengalami kemunduran prestasi dengan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengakses sosial media dari pada berlatih hingga terkena psywar dan komentar-komentar miring dari lawan mereka untuk menjatuhkan mental bertanding.

Faktor Senioritas
Senioritas juga dapat menjadi permasalahan utama kemunduran prestasi seorang pemain yang merembet langsung kedalam kemunduran prestasi klub. Adakalanya seorang pemain akan merasa lebih superior dibandingkan pemain lain dengan faktor senioritas yang mereka miliki, tidak mau berbagi ilmu dan pengalaman dengan pemain muda, tidak menerima faktor rotasi menit bermain dengan alasan lebih baik dari pemain muda menjadi beberapa konflik internal yang terjadi didalam klub. Faktor senioritas juga terjadi dijajaran pengelolaan klub. Adakalanya seorang club officer yang sudah berpengalaman puluhan tahun tidak menerima adanya club officer baru sehingga tidak adanya sinergi didalam pengelolaan klub. Hampir sama dengan impact yang terjadi pada faktor ego, faktor senioritas juga dapat mempengaruhi kolektivitas sebuah klub dan gagal menumbuhkan chemistry didalam tim.

Faktor Kondisi Klub
Pemain yang tidak dapat berkembang didalam sebuah klub akan tetapi berkembang pesat di klub lain menjadi salah satu fenomena tersendiri yang membuktikan bahwa kondisi internal klub menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi performa klub. Mengelola pemain yang mayoritas berusia muda memiliki tantangan tersendiri. Mereka membutuhkan sebuah panggung yang harus diakomodasi oleh pengelola klub. Mereka membutuhkan kehadiran manajemen klub sebagai bentuk apresiasi dari klub atas upaya keras yang mereka lakukan di lapangan. Selain sebagai wadah panggung untuk memperlihatkan perkembangan mereka, pengelola klub juga diharapkan sebagai tempat mengadu bagi pemain terhadap kondisi tim. Bagaimana mereka bercerita keluh kesah mereka selama berlatih dan bertanding sehingga mereka merasa nyaman dan dapat mencurahkan kemampuan maksimal dilapangan hijau.

Faktor Pelatih
Faktor pelatih juga menjadi salah satu faktor yang paling banyak disorot apaliba terjadi penurunan performa tim. Tim Pelatih memiliki tanggung jawab untuk membuat program latihan dan formula strategi bermain yang akan diaplikasikan langsung oleh pemain dilapangan hijau. Tim pelatih juga harus dituntut untuk dapat mengambil langkah cepat dengan mengamati fenomena yang terjadi terhadap klubnya, tak jarang sebuah metode pelatihan dan strategi yang diterapkan sudah terbaca dan berhasil diantisipasi oleh tim lawan. Jika hal ini terjadi, tim pelatih harus dapat bereaksi cepat dengan menyiapkan strategi-strategi  baru yang belum berhasil dianalisis oleh mengalahkan tim lawan. Untuk sebuah strategi permainan, biasanya setiap pelatih memiliki pakem masing-masing dalam bermain  

Untuk melakukan transformasi sebuah klub jelas membutuhkan waktu. Tidak bisa hanya sekedar mengganti pelatih, mengganti pemain maka semua urusan sebelumnya akan beres. Bahkan jikalau menggandalkan Uang sebagai modal utama untuk melakukan transformasi belum tentu juga bisa menjadi shortcut penyelesaian masalah. Solusinya, kenali klub yang dikelola, kenali setiap elemen yang terlibat didalamnya baik itu dari aspek internal ataupun eksternal, dan kenali kompetitor yang menjadi saingan klub anda.

Comment