No icon

Juventus Unjuk Gigi Konsisten di Kancah Eropa

Terimakasih Juventus, Serie-A Kembali Mengirimkan 4 Wakil di UEFA Liga Champions

Klub-klub Italia seharusnya berterima kasih kepada Juventus, bukan malah kompak mengolok mereka sebagai tim mafia wasit atau melakukan hate speech atas keberhasilan mereka menjuarai Serie-A dalam 5 tahun berturut turut yang berkemungkinan digenapkan menjadi 6 di tahun ini.

Setelah terpuruk akibat skandal Calciopoli yang melibatkan mereka pada tahun 2006, Juventus mulai kembali menemukan jati diri mereka sebagai Klub Top Eropa.  Skandal Calciopoli ini pula yang menyebabkan prestasi klub sepakbola Italia seakan berada di titik nadir dan hanya dianggap sebagai klub pengembira di kancah Eropa.

Mungkin pernah terbesit pertanyaan bagi beberapa tifosi liga Italia yang belum tahu apa korelasi antara prestasi Juventus di liga Eropa dengan bertambahnya slot Italia di kancah Eropa.

Koefisien ranking adalah hasil perhitungan poin yang didasarkan pada partisipasi klub sebuah asosiasi federasi yang terlibat dalam UEFA Champions League dan UEFA Europe League dalam 5 edisi sebelumnya.

Nilai koefisien adalah nilai rata-rata yang diperoleh oleh federasi sepakbola sebuah negara. Untuk memperoleh nilai koefisien, UEFA melakukan sistem perhitungan poin yang didapatkan dari setiap wakil federasi negara yang berkompetisi di pentas Eropa. Setiap tim yang memenangkan laga di pentas eropa akan mendapatkan tambahan poin 2 dan jika memperoleh hasil imbang, maka klub tersebut akan menyumbangkan 1 poin untuk federasi mereka.

Hal ini tidak berlaku pada babak play-off dan kualifikasi yang dimana poin tersebut akan dibagi 2.

Bagi klub yang berhasil melenggang hingga babak 16 besar, babak 8 besar, babak 4 besar, hingga final Liga Champions  atau babak 8 besar, 4 besar dan final Liga Eropa akan diganjar dengan poin extra dari UEFA.

UEFA juga memberikan tambahan 4 poin kepada setiap group yang berlaga di babak penyisihan Liga Champions dan 4 point bagi yang masuk ke babak 16 besar.

Jumlah poin yang berhasil dikumpulkan oleh Federasi sepakbola sebuah negara akan dibagi dengan jumlah partisipan klub terbut. Hasil tersebut akan dikalkulasikan dengan total poin yang diperoleh pada 4 musim sebelumnya dan menjadi penentu ranking sebuah Federasi Negara di UEFA.

Jika terdapat 2 Federasi sepakbola yang memiliki nilai sama, maka penentuan posisi terbaik di tabel ditentukan berdasarkan nilai tertinggi pada musim terakhir.

Setelah era gelap mulai berakhir, Juventus mulai memberikan bukti bahwa sepakbola Italia tidak bisa lagi dipandang remeh. Selalu tampil konsisten dengan melaju terus hingga babak 8 besar Liga Champions sejak 2012/2013 (hanya sekali gagal pada musim 2013) dan meraih pencapaian tertinggi menjadi runner up pada tahun 2014/2015, secara tidak langsung mengkatrol nilai koefisien ranking Serie-A

Pada tabel koefisien UEFA saat ini, Italia bertengger di peringkat 4 dengan total poin 70.439 dengan 6 klub yang berpartisipasi di pentas Eropa. Poin yang dikumpulkan Italia berjarak cukup jauh dengan nilai yang dikumpulkan oleh federasi sepakbola Portugal dan prancis yang berada dibawahnya.

Berkat usaha keras dan prestasi yang ditorehkan Juventus di kancah Eropa dalam 5 musim terakhir, apakah masih ada tifosi liga italia yang tidak mau mengucapkan

TERIMAKASIH JUVENTUS?

Comment

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: