No icon

Regulasi marquee player disahkan PSSI di luar pemain asing untuk Liga 1

Siapakah Marquee Player yang Berpotensi Didatangkan Klub Indonesia?

Kedatangkan Michael Essien ke Persib Bandung Selasa lalu (14/3) merupakan salah satu transfer bersejarah dalam Liga Indonesia. Essien, yang sudah tak perlu saya sebutkan soal sepak terjangnya di Eropa memutuskan memilih Indonesia dan menolak tawaran dari dua klub Asia lainnya.

Dari info yang didapatkan, wacana penggunaan marquee player  ini sudah ada sejak musim lalu. Namun baru disahkan setelah kedatangan Michael Essien ke Persib. Status kebintangan Essien pun diharapkan mampu mengangkat reputasi Liga Indonesia di mata dunia.

Sebelumnya, mari kita bahas dulu apa itu marquee player? Marque player adalah atlet yang memiliki kepopuleran, skill yang bagus atau hal yang bersifat kebintangan, terutama di olahraga profesional. Penerapan marquee player sendiri sudah diterapkan di beberapa liga di dunia, seperti A-Legue dan India Super League. Dengan status pemain sebagai “bekas bintang” maka bayaran untuk para marquee player ini tidak termasuk dalam batasan gaji maksimal (salay cap) di liga tersebut.

Dikutip dari Kompas ,dalam rilisan putusan terhadap Liga 1 nanti, PSSI telah mengatur beberapa syarat yang mengatur klub-klub tersebut dalam merekrut marquee player. Adapun syarat tersebut adalah: pernah bermain di Piala Dunia tiga edisi terakhir dan boleh berasal dari negara manapun dan berusia di bawah 35 tahun.

Maka dari itu itu 12pas mencoba menganalisa, siapa sajakah marquee player yang berpotensi didatangkan oleh klub Indonesia. Persyaratan yang kami masukkan dalam kategori ini adalah pemain yang berstatus tanpa klub –menebus sisa kontrak pemain adalah hal yang tak lazim di kompetisi sini, serta memiliki nilai kontrak yang tidak begitu besar, bukan maksud hati mengecilkan finansial klub Indonesia, namun memang kenyataannya begitu. Ya, penulis mencoba memasukkan beberapa pemain dengan kisaran nilai kontrak di bawah 11 miliar rupiah (versi transfermarkt) –juga merujuk pada nilai Michael Essien di transfermarkt.

Berikut adalah daftarnya:

  1. Julio Baptista – 35 Tahun, Gelandang Serang – Rp 10.7M

FOTO: ZIMBIO

Jika menilai status kebintangan dari di mana seorang pemain pernah bermain, nama pemain ini mungkin merupakan pemain yang patut dikategorikan ke dalamnya. Karena, Baptista pernah bermain di tim besar Eropa, seperti: Real Madrid, Arsenal dan AS Roma.

Pada 2005, Baptista merupakan salah satu pembelian untuk proyek janga panjang Real Madrid. Dia didatangkan dari Sevilla bersama Sergio Ramos dengan mahar 20juta Euro saat itu. Karir Baptista di Madrid bertahan hingga 2008 –pernah dipinjamkan semusim ke Arsenal. Momen paling berkesan Baptista di Madrid adalah saat ia mencetak gol tunggal di El Classico musim 2006/2007.

Setelah dari Madrid, Baptista pindah ke AS Roma, Malaga, pulang kampung ke Cruzeiro dan terakhir musim 2016, ia bermain di kompetisi Major League Soccer (MLS) untuk Orlando City.

Dengan pengalamannya, serta posisinya, gelandang serang, tentu tenaga Baptista dibutuhkan banyak klub Indonesia. Namun, adakah klub Indonesia yang mau merogoh kocek seperti apa yang dilakukan Persib untuk Essien bagi Baptista?

 

  1. Raul Meireles – 33 Tahun, Gelandang – Rp 8.5M

FOTO: PINTEREST

2014, Meireles masih merupakan bagian dari skuat Timnas Portugal di Piala Dunia 2014. Saat itu Meireles masih bermain di Fenerbahce, dan hingga saat ini, klub tersebut merupakan klub terakhir yang ia bela. Kontraknya tak diperpanjang The Yellow Cannaries dan hingga saat ini ia belum memiliki klub.

Meireles menghabiskan sebagian besar karirnya di FC Porto. Pada musim 2010 lah Meireles memutuskan pindah ke Inggris. Di sana ia membela Liverpool dan Chelsea selama dua tahun, sebelum berakhir di Fenerbahce.

Dengan usia yang masih 33 –ya, angka yang masih relatif muda untuk seorang marquee player, serta harga yang tak sampai 10 miliar, tentu mendatangkan Meireles merupakan cara yang relatif baik dalam strategi pemasaran, serta tenaganya masih akan sangat dibutuhkan, karena pemain berjenggot hipster ini dapat beroperasi di posisi gelandang manapun.

 

  1. Wilson Palacios – 32 Tahun, Gelandang Bertahan – Rp 10.7M

FOTO: ZIMBIO

Anda seorang penggemar Liga Inggris? Tentu nama ini tak asing bagi Anda. Wilson Palacios adalah seorang pemain berkewargaan negara Honduras dan menghabiskan delapan tahun karirnya untuk berkiprah di Liga Primer Inggris. Dan Stoke City merupakan klub terakhir yang dibela Palacios. Palacios sendiri sukses membawa negaranya Honduras lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 –karena inilah Palacios memenuhi syarat untuk bermain di Indonesia sebagai marquee player.

Dengan usia yang masih belum gaek-gaek amat, jelas Palacios masih bisa menunjukkan performa terbaiknya. Toh, dua tahun lalu ia masih bermain di Liga Primer Inggris. Terakhir, pemegang 97 caps Timnas Honduras ini membela Miami FC, yang bukan merupakan anggota dari MLS.

 

  1. Helder Postiga – 34 Tahun, Penyerang – Rp 7M

FOTO: ZIMBIO

Jika Anda mencari seorang pemain sepakbola bekas klub besar Eropa dan memiliki pengalaman bermain di Asia, maka orang ini adalah orang yang tepat. Klub terakhir yang dibela pemain 34 tahun ini adalah Atletico De Kolkata, yang berkompetisi di India Super League. Meski begitu, karir Postiga tak bagus-bagus amat, ia hanya mampu mencetak dua gol dari 11 penampilan.

Postiga sendiri merupakan pemain yang kenyang pengalaman bermain di Eropa, ia merupakan salah satu pemain yang terlibat dalam treble winner FC Porto bersama Jose Mourinho di musim 2003/2004. Selain itu Postiga pernah membela tim-tim besar Eropa seperti: Sporting Lisbon, Tottenham, Zaragoza, Valencia dan Lazio.

 

  1. Lukman Haruna – 26 Tahun, Gelandang Bertahan – 10M

FOTO: GOAL

Anda seorang gamers Football Manager? Jika Anda sudah bermain gim tersebut sejak 2010, tentu nama ini tak akan asing di telinga Anda. Ya, Lukman Haruna adalah salah satu pemain muda yang diperkirakan akan menjadi gelandang bertahan yang bermain di klub-klub besar Eropa.

Bayangkan saja, di usianya yang masih 19 tahun, Haruna sudah terdaftar sebagai bagian dari skuat Timnas Nigeria di Piala Dunia 2010. Dan pada musim 2011, klub Ukrainia, Dynamo Kiev berani mengontrak Haruna lima tahun!

Namun, di akhir-akhir masa kontraknya, karir Haruna di Kyev tak berjalan baik. Pengoleksi delapan caps bersama Timnas Nigeria ini harus rela dipinjamkan ke berbagai klub di Eropa Timur, seperti: Uverla Uzhhorod, Anzhi Makachkala dan Astana. Dan saat kontraknya habis 2016 lalu, hingga saat ini Haruna tak memiliki klub.

Dan jika Anda mencari marquee player untuk kebutuhan teknis tim Anda, maka nama ini layak Anda pertimbangkan. Dengan usia yang relatif masih muda dan memiliki masa depan yang masih panjang. Tentu Anda harus berinvestasi kisaran 10 miliar rupiah untuk mereparasi karir salah satu calon pemain besar ini.

 

Sebenarnya masih banyak opsi lain, seperti: Didier Drogba, Ricardo Kaka atau Ronaldinho, namun usia pemain yang di atas 35 tahun, membuat peluang pemain tersebut untuk bergabung menjadi tipis, terkait regulasi harus di bawah 35 tahun. Dan  Kevin Grosskreutz atau Oleg Gusev. Namun, harga pemain tersebut masih kelewat tinggi dan akan lumayan menguras saku manajemen klub-klub Indonesia.

Ya, di satu sisi keberadaan marquee player tentu merupakan suatu hal yang positif bagi Liga Indonesia, terlebih untuk membangun ulang reputasi yang sudah karam karena dualisme lalu.

Dengan subsidi yang kabarnya diberikan sebanyak 7,5 miliar kepada setiap klub, tentu menghabiskannya untuk mengontrak seorang marquee player bukan menjadi persoalan penting bagi klub yang sudah kelewat tajir kas keuangannya.

Namun, tidak untuk klub-klub yang masih berjuang untuk mencari pemasukan. Mending, uang 7,5 itu mereka pergunakan untuk mengontrak sebelas pemain ketimbang untuk membayar seorang pemain untuk jualan jersey. Toh, fans-fans masih banyak yang membeli jersey KW. Eh!

 

Comment

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: PHP Startup: Unable to load dynamic library '/opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so' - /opt/alt/php56/usr/lib64/php/modules/php_print.so: cannot open shared object file: No such file or directory

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: