No icon

Sebelum final EFL malam ini, ada catatan impresif Jose Mourinho

Jose Mourinho, Piala Liga Dan Spesialis Final

Berbicara soal Jose Mourinho, hal yang paling sering dibahas tentangnya adalah menyoal kontroversi-kontroversi yang ia hasilkan. Namun, kali ini saya tidak akan membahas soal itu. Ada satu hal yang menarik untuk dibahas dari pria Setubal ini. Yaitu, catatan impresifnya di pertandingan final. Ya, nanti malam (26/2), Manchester United akan berhadapan dengan Southampton dalam tajuk final EFL –yang dulu sering Anda kenal dengan Carling Cup atau Piala Liga.

Ada catatan menarik jika meninjau tentang Jose Mourinho di pertandingan final EFL. Sebelum pertandingan nanti malam, Mou memegang catatan yang apik –yang tentu menjadi setitik harapan bagi United fans. Ya, dari empat pertandingan final Piala Liga yang menyertakan Mourinho, kesemuanya disapu bersih dengan kemenangan oleh manajer 54 tahun tersebut.

Terakhir kali Mourinho mempersembahkan gelar Piala Liga adalah saat ia masih memanjeri Chelsea di musim 2014/2015. Pada musim tersebut, Mourinho menambah trofi Piala Liga ke lemari Chelsea setelah mengalahkan Tottenham 2-0. Selain sukses menyapu bersih lima final Piala Liga, Mourinho juga sukses menjuarai satu-satunya final kompetisi domestik Inggris lainnya, FA Cup, yaitu saat mengalahkan Manchester United 2-1 di musim 2006/2007. Dengan kata lain, rekor Mourinho di final kompetisi piala di Inggris adalah sempurna!

 

Spesialis final

Rekor impresif tersebut tak hanya Mourinho torehkan saat ia masih memanejeri Chelsea. Saat masih memegang Porto, Mourinho sudah menunjukkan bahwa ia adalah spesialis pertandingan final. Begitu saat ia membesut Inter dan Real Madrid.

Dari 12 final tersebut, enam di antaranya harus diselesaikan pada babak perpanjangan waktu –tidak pernah terjadi adu penalti. Dua dari enam pertandingan tersebut Mourinho gagal memenangkannya, yaitu, saat kalah 1-2 dari Benfica di Taca De Portugal 2003/2004 dan final Copa Del Rey 2012/2013, saat dikalahkan Atletico Madrid 1-2. Dengan kata lain, Mourinho tak pernah terkalahkan jika pertandingan diakhiri dalam waktu normal.

 

Kuat dalam pertahanan

Berbicara soal Jose Mourinho, tentu Anda akan akrab dengan kata kunci “parkir bus” yang idientik dengan ayah Mathilda tersebut. Kata kunci tersebut biasanya merujuk pada kemampuan bertahan yang kuat dari sebuah tim. Dan itu terbukti, Mourinho benar-benar sangat memperhatikan sisi pertahanannya terutama dalam pertandingan final.

“Final bukan untuk dimainkan, tapi untuk dimenangkan”, kalimat itu diucapkan Mou setelah ia sukses menjuarai Piala Liga 2014/2015. Hal itu mengindikasikan bahwa pendekatan Mourinho dalam suatu pertandingan final adalah bagaimana cara memenangkan pertandingan, salah satunya dengan memperkuat pertahanan.

Statistik mencatat, dari 12 pertandingan final yang dimainkan Mourinho, tim yang ia besut hanya menderita sembilan kebobolan, dan tujuh di antaranya di akhiri lewat cleanshet atau 58% pertandingan final yang diikuti Mou, timnya gagal dibobol lawan.

Jelas pertandingan final melawan Manchester United-nya Jose Mourinho bukan pekerjaan mudah bagi Claude Puel dan Southampton. Catatan impresif tersebut tentu sedikit membuat lawan keder. Namun, catatan tersebut hanyalah angka-angka yang dihimpun di masa lalu. Pertandingan hari ini, tetaplah akan menjadi pertandingan final, yang mana pertandingan akan dimulai dengan skor 0-0. Kedua tim jelas punya peluang yang sama untuk keluar sebagai juara. Toh, angka-angka tersebut juga bukan jaminan mutu bagi Manchester United untuk keluar sebagai pemenang.

 

Sumber Data: Sky Sport

Comment