No icon

Kitab Suci Permainan

Law of The Game, Acuan Baku Permainan Sepakbola Profesional

Law of the Game, adalah sebuah aturan tertulis yang tertuang dalam sebuah dokumen (kitab suci) dan tidak boleh dilanggar atau bahkan tidak dipahami setiap entitas yang terlibat didalam aktifitas sepakbola. Akan tetapi kenyataannya, seringkali ditemukan bahwa pengetahuan dasar ini tidak dipahami dengan baik oleh setiap entitas yang menjalankannya sehingga didalam memainkan permainan ini sering terjadi kejadian-kejadian konyol yang tidak sepantasnya terjadi pada tingkatan liga profesional sebuah Negara, atau bahkan dalam kontek pertandingan Internasional.

Masih ingat di benak kita bagaiamana pada edisi Piala Presiden 2017 lalu terjadi kontroversi didalam pertandingan Arema FC melawan Semen Padang FC pada leg ke-2 Semifinal. Pada pertandíngan tersebut, terjadi kontroversi atas terjadinya 2 gol yang disebut offside menurut pihak Semen Padang FC. Apakah tulisan ini akan membahas keabsahan gol tersebut? Tidak. Kita akan fokus jauh lebih ke dalam tentang apa itu Law of The Game dan esensi dari sebuah peraturan yang sudah dirumuskan dengan pertimbangan yang matang, bukan hanya tiba-tiba menjadi latah menyebut Law of The Game ketika tim kita merasa dirugikan atau melakukan pembelaan terhadap kejadian yang menimpa kita, yang mana bahkan kita sendiri tidak paham maksud sebenarnya dari Law of The Game itu sendiri.

Jauh sebelum kejadian itu terjadi, ketidaktahuan akan aturan permainan sepak bola juga pernah dialami pemain Timnas Indonesia. Sebuah kejadian yang seharusnya tidak perlu terjadi dan mencoreng nama sendiri sebagai pemain terbaik yang dimiliki bangsa ini. Pada saat itu terjadi pelanggaran di dekat kotak 12 Pas Tim Nasional Indonesia, bukannya sibuk memperhatikan aba-aba (gesture) tubuh wasit yang memberikan aba-aba tendangan bebas langsung, Pemain Timnas malah sibuk protes yang menyebabkan gawang Indonesia dapat dibobol dengan mudah oleh tim Lawan. Memalukan tentunya untuk ukuran pemain timnas yang bahkan pemain terbaik dari liga-nya saja tidak mengetahui aturan dasar bermain sepakbola.

Kekonyolan lainnya masih sering terjadi, mulai dari salah melakukan lemparan kedalam, salah melakukan tendangan bebas langsung dan tidak langsung hingga standar ganda didalam melakukan sanksi terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan pemain. Bagaimana kita akan dapat bermain dengan baik jika aturan main saja tidak kita kuasai secara penuh bukan setengah-setengah?

Aturan Sepakbola mengalami revisi yang panjang hingga saat ini. Aturan permainan sepakbola yang kemudian dikenal dengan istilah Law of The Game, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1863 di London. Beberapa aturan yang dibahas didalam Law of The Game mencakup antara lain:

  • Law (Pasal) 1 yang membahas tentang Lapangan Permainan (The Field of Play)
  • Law (Pasal) 2 yang membahas tentang Bola (The Ball)
  • Law (Pasal) 3 yang membahas tentang Pemain (The Players)
  • Law (Pasal) 4 yang membahas tentang Kelengkapan Pemain (The Players' Equipment)
  • Law (Pasal) 5 yang membahas tentang Wasit (The Referee)
  • Law (Pasal) 6 yang membahas tentang Perangkat Pertandingan (The Other Match Officials)
  • Law (Pasal) 7 yang membahas tentang Durasi Permainan (The Duration of the Match)
  • Law (Pasal) 8 yang membahas tentang Permulaian Permainan dan Pengulangan Permainan (The start and restart of play)
  • Law (Pasal) 9 yang membahas tentang Bola dinyatakan Masuk dan Keluar (Ball in and out of play)
  • Law (Pasal) 10 yang membahas tentang Skor (The Method of Scoring)
  • Law (Pasal) 11 yang membahas tentang Offside
  • Law (Pasal) 12 yang membahas tentang Pelanggaran (Fouls and Misconduct)
  • Law (Pasal) 13 yang membahas tentang Tendangan Bebas Langsung dan Tidal Langsung  (Free kicks direct and indirect)
  • Law (Pasal) 14 yang membahas tentang Tendangan Pinalti (The Penalty Kick)
  • Law (Pasal) 15 yang membahas tentang Lemparan Kedalam (The Throw-in)
  • Law (Pasal) 16 yang membahas tentang Tendangan Gawang (The Goal Kick)
  • Law (Pasal) 17 yang membahas tentang Tendangan Pojok (The Corner Kick)

 

Setiap terjadinya kongres tahunan IFAB, revisi terhadap Law of The Game hampir selalu terjadi. Beberapa pasal yang terdapat didalamnya mengalami beberapa kali perubahan yang disesuaikan untuk membuat permainan semakin menarik. Berikut beberapa point yang menjadi revisi dari setiap kongres yang diadakan.

1981
Law III - Number of Players
Law XII - Fouls and Misconduct

1982
Law VI - Linesmen
Law XII - Fouls and Misconduct

1983
Law XII - Fouls and Misconduct

1984
Law VIII - The Start of Play
Law XIII - Free-Kick

1985

Law XII - Fouls and Misconduct

1986

Law III - Number of Players
Law XIV - Penalty-Kick

1987
Law VII - Duration of the Game (against time-wasting)
Law XIV - Penalty-Kick
Law XV - Throw-in

1988
Law I - The Field of Play
Law III - Number of players

1989
Law IV - Players' equipment

1990
Law IV - Players' equipment (introduction of shinguards)
Law XI - Off-side (being level)
Law XII - Fouls and Misconduct

1992
Law IV - Players' equipment (introduction of shinguards)
Law V - Referee
Law XII - Fouls and Misconduct
Law XIII - Free Kick 

1993
Law V - Referee
Law XII - Fouls and Misconduct

1994
Law I - The Field of Play
Law III - Number of Players

1995
Law III - Number of Players (three substitutes without restriction)
Law VII - Duration of the Game
Law XI Off-side
Laws XII - re-editing of offences
Law XIV - Penalty-kick

1996
Law II - The Ball
Law III - Number of Players
Law V - Referees
Law VI - Assistant Referees (formerly Linesmen)
Law XII - Fouls and Misconduct

1997
Law IV - Players' Equipment
Law V - The Referees
Law VIII - The Start and Restart of Play
Law XII - Fouls and Misconduct
Law XIV - The Penalty Kick
Law XVI - The Goal Kick

1998
Law XII - Fouls and Misconduct

1999
Law V - The Referee
Law XII - Fouls and Misconduct

2000
Law I - The Field of Play
Law III - The Number of Players
Law III - The Number of Players
Law VI - The Assistant Referees
Law XII - Fouls and Misconduct
Law XII - Fouls and Misconduct

2001
LAW III - The Number of Players
LAW XII - Fouls and Misconduct

2002
LAW IV - The Players' Equipment
LAW V - The Referee
LAW XII - Fouls and Misconduct

2003
LAW IV - The Players' Equipment

2004
LAW I - The Field of Play
LAW III - The Number of Players
LAW V - The Referee
LAW VII - The Duration of the Match
LAW X - The Method of Scoring
Law XII - Fouls and Misconduct

2005
LAW III - The number of players
LAW V - The Referee
LAW XI - Offside
LAW XII - Fouls and Misconduct
LAW XIV - The Penalty-Kick
LAW XV - The Throw-In

2006
LAW IV - The Players' Equipment
LAW X - The Method of Scoring
LAW XII - Fouls and Misconduct
LAW XIV - The Penalty-Kick
LAW XVII - The Corner-Kick

yang terbaru, Law of The Game sudah diperbaiki dan disahkan pada  kongres tahunan International Football Association Board (IFAB) yang ke-130 bertempat di Cardiff pada 5 March 2016. Aturan ini secara resmi diterapkan mulai pada 1 Juni 2016. Dengan kata lain, seluruh aturan sepakbola haruslah mengikuti aturan ini hingga adanya pengesahan aturan yang baru.

Pertanyaannya, sudah sejauh mana aturan dasar ini yang sudah hampir setahun di sahkan oleh IFAB dipahami dan disosialisaikan kepada setiap academy sepakbola hingga SSB di Indonesia? atau bahkan apakah ada Pemain Profesional Sepakbola Indonesia yang belum membaca Law of The Game terbaru? Jika masih ada, sebelum liga dimulai bulan depan, silahkan baca terlebih dahulu dan unduh pada tautan ini atau kunjungi website IFAB di url http://www.theifab.com/laws

Comment